LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP CERTIFIED PROCUREMENT SPECIALIST (CPSP)

Dibuat Oleh : Mitha | 06 Ags 2026


Jakarta – Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa – Certified Procurement Specialist (CPSP) bekerja sama dengan LSP Pengadaan – BNSP. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode blended learning, yaitu E-Learning pada 2–15 Juli 2026, dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 16–17 Juli 2026, serta Uji Sertifikasi Kompetensi pada 18 Juli 2026 yang bertempat di Hotel The Tavia Heritage Jakarta.

Program ini dirancang untuk menghasilkan tenaga profesional di bidang pengadaan barang/jasa yang memiliki kompetensi sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta mampu memenuhi kebutuhan organisasi pemerintah maupun swasta dalam melaksanakan proses pengadaan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, rumah sakit, serta sektor swasta yang memiliki tanggung jawab dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka, seluruh peserta terlebih dahulu menyelesaikan rangkaian pembelajaran secara daring (E-Learning) selama dua minggu sebagai bekal awal untuk memperdalam materi saat sesi kelas berlangsung.

Pembelajaran Tatap Muka Hari Pertama

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026, diawali dengan proses registrasi peserta dan persiapan kegiatan. Suasana kelas berlangsung penuh semangat karena seluruh peserta telah menyelesaikan materi dasar melalui E-Learning sehingga diskusi dapat berjalan lebih mendalam dan interaktif.

Materi pertama membahas Memilih Penyedia Barang/Jasa, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengadaan. Peserta diberikan pemahaman mengenai metode pemilihan penyedia, prinsip persaingan sehat, pemenuhan aspek hukum, serta strategi menentukan metode pengadaan yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan.

Setelah sesi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan Coffee Break dan Foto Bersama sebagai sarana membangun jejaring profesional antarpeserta sekaligus mempererat komunikasi antara fasilitator dan peserta.

Materi berikutnya membahas Menyusun Dokumen Pengadaan Barang/Jasa. Dalam sesi ini peserta mempelajari teknik penyusunan dokumen pemilihan yang lengkap, sistematis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Fasilitator juga membagikan berbagai pengalaman praktis mengenai penyusunan dokumen yang mampu meminimalkan potensi sengketa maupun kesalahan administrasi dalam proses pengadaan.

Usai istirahat siang (ISHOMA), pembelajaran dilanjutkan dengan materi Melakukan Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa. Peserta dibimbing memahami proses evaluasi kemampuan administrasi, teknis, dan finansial penyedia sehingga dapat menghasilkan proses seleksi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menjelang sore hari, setelah sesi coffee break, kegiatan ditutup dengan materi Melakukan Evaluasi Kinerja Penyedia Barang/Jasa. Pada sesi ini dibahas pentingnya evaluasi kinerja sebagai bagian dari pengendalian kualitas pengadaan sekaligus menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas penyedia pada pengadaan berikutnya.

Seluruh materi pada hari pertama dipandu oleh Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc., Ahli Pengadaan sekaligus Fasilitator Training of Trainers (ToT) LKPP. Dengan pengalaman panjang di bidang pengadaan, beliau tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membahas berbagai studi kasus yang sering ditemui dalam pelaksanaan pengadaan di lapangan sehingga peserta memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan dan solusi yang dapat diterapkan.

Pendalaman Materi Hari Kedua

Memasuki Jumat, 17 Juli 2026, peserta kembali mengikuti pembelajaran yang lebih berorientasi pada praktik dan penyelesaian kasus.

Materi diawali dengan Menyampaikan Penjelasan Dokumen Pengadaan Barang/Jasa, yang membahas teknik pelaksanaan aanwijzing, mekanisme penyampaian informasi kepada calon penyedia, serta pentingnya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta pemilihan.

Selanjutnya peserta mempelajari Mengevaluasi Dokumen Penawaran, yang merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam proses pengadaan. Dalam sesi ini dibahas metode evaluasi administrasi, teknis, harga, hingga pembuktian kualifikasi secara komprehensif agar proses evaluasi menghasilkan penyedia terbaik sesuai kebutuhan organisasi.

Setelah ISHOMA, materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Mengelola Sanggah, yang menitikberatkan pada mekanisme penyelesaian keberatan peserta pemilihan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai materi penutup, peserta mempelajari Melakukan Negosiasi. Fasilitator menjelaskan strategi negosiasi dalam pengadaan barang/jasa untuk memperoleh harga terbaik tanpa mengurangi kualitas pekerjaan, sekaligus menjaga prinsip efisiensi dan akuntabilitas.

Seluruh sesi pada hari kedua dipandu oleh Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, Ahli Pengadaan sekaligus Fasilitator ToT LKPP. Melalui penyampaian yang komunikatif dan interaktif, peserta diberikan berbagai contoh kasus nyata serta strategi penyelesaiannya sehingga mampu memahami implementasi materi secara lebih aplikatif.

Uji Sertifikasi Kompetensi BNSP

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, melalui Uji Kompetensi Certified Procurement Specialist (CPSP) yang diselenggarakan oleh LSP Pengadaan – BNSP.

Proses sertifikasi diawali dengan Ujian Tertulis untuk mengukur pemahaman peserta terhadap seluruh unit kompetensi yang telah dipelajari selama pelatihan. Setelah rehat dan coffee break, asesmen dilanjutkan dengan Ujian Wawancara, di mana setiap peserta dinilai secara langsung oleh asesor kompetensi berdasarkan pengetahuan, pengalaman, kemampuan analisis, serta pemahaman terhadap praktik pengadaan barang/jasa.

Pelaksanaan asesmen berlangsung secara profesional sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga sertifikat kompetensi yang diperoleh menjadi pengakuan resmi atas kemampuan peserta dalam melaksanakan proses pengadaan barang/jasa sesuai standar nasional.

Komitmen LPKN dalam Meningkatkan Kompetensi SDM

Melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi CPSP, LPKN terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang pengadaan barang dan jasa. Program ini diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki kemampuan teknis, analitis, dan etika profesional dalam menjalankan setiap tahapan pengadaan.

Selain memperoleh materi dari fasilitator berpengalaman, peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi, bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai instansi, serta membangun jejaring profesional yang dapat mendukung pengembangan karier di masa mendatang.

LPKN menyampaikan apresiasi kepada seluruh fasilitator, asesor kompetensi, panitia, dan peserta atas partisipasi aktif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Diharapkan kompetensi yang telah diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan kerja masing-masing sehingga mampu mendorong pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang semakin profesional, efektif, transparan, dan berintegritas.

Kegiatan Terkait :