Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP Certified Contract Management Specialist (CCMS)
Dibuat Oleh : Mitha | 06 Ags 2026
Jakarta – Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan – Certified Contract Management Specialist (CCMS) bekerja sama dengan LSP Pengadaan – Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini dilaksanakan pada 8–21 Juli 2026 melalui pembelajaran mandiri, dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 22–24 Juli 2026, serta ditutup dengan Uji Sertifikasi Kompetensi pada 25 Juli 2026 yang bertempat di The Tavia Heritage Hotel Jakarta.
Program CCMS merupakan salah satu pelatihan kompetensi yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan para profesional dalam mengelola kontrak pengadaan barang/jasa secara menyeluruh, mulai dari proses negosiasi, penyusunan kontrak, pengendalian pelaksanaan, penyelesaian permasalahan kontrak, hingga pengelolaan kinerja dan risiko. Kompetensi tersebut menjadi sangat penting mengingat keberhasilan pelaksanaan pengadaan tidak hanya ditentukan pada proses pemilihan penyedia, tetapi juga pada kualitas pengelolaan kontrak hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, rumah sakit, dan sektor swasta yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan kontrak pengadaan barang dan jasa. Dengan latar belakang peserta yang beragam, proses pembelajaran berlangsung dinamis melalui diskusi, berbagi pengalaman, serta pembahasan berbagai studi kasus yang sering dihadapi di lapangan.
Hari Pertama: Memahami Strategi Pengelolaan Kontrak Pengadaan
Pembelajaran tatap muka dimulai pada Rabu, 22 Juli 2026, diawali dengan registrasi peserta sebelum memasuki sesi utama. Materi pertama membahas Melakukan Negosiasi, salah satu kompetensi penting dalam pengelolaan kontrak pengadaan. Pada sesi ini peserta mempelajari teknik negosiasi yang efektif untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan tanpa mengesampingkan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Setelah coffee break dan sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Melakukan Finalisasi Dokumen Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. Peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan kontrak yang lengkap, jelas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga mampu memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Usai istirahat siang (ISHOMA), pembelajaran berlanjut dengan materi Membentuk Tim Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. Dalam sesi ini dibahas struktur organisasi pengelola kontrak, pembagian tugas, tanggung jawab, serta koordinasi antaranggota tim agar pelaksanaan kontrak berjalan secara efektif.
Materi hari pertama ditutup dengan pembahasan mengenai Menyusun Rencana Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, yang menekankan pentingnya perencanaan sejak awal sebagai dasar pengendalian pelaksanaan kontrak. Peserta diajak memahami penyusunan strategi monitoring, pengendalian mutu, jadwal pelaksanaan, hingga mitigasi terhadap berbagai potensi hambatan selama masa kontrak.
Seluruh materi pada hari pertama dipandu oleh Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc., Ahli Pengadaan sekaligus Fasilitator Training of Trainers (ToT) LKPP. Berbekal pengalaman panjang di bidang pengadaan, beliau menyampaikan materi secara aplikatif dengan mengangkat berbagai contoh kasus nyata yang memberikan gambaran kepada peserta mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan kontrak.
Hari Kedua: Pengendalian Pelaksanaan dan Penyelesaian Permasalahan Kontrak
Pada Kamis, 23 Juli 2026, peserta memasuki pembahasan yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan kontrak.
Materi pertama membahas Mengendalikan Pelaksanaan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, yang berfokus pada mekanisme pengawasan pekerjaan, pengendalian mutu, pemantauan jadwal pelaksanaan, hingga pengelolaan perubahan kontrak apabila terjadi kondisi tertentu di lapangan.
Setelah coffee break, peserta mempelajari Menyelesaikan Permasalahan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai bentuk permasalahan yang umum terjadi selama pelaksanaan kontrak, seperti keterlambatan pekerjaan, perubahan spesifikasi, perselisihan antara pengguna dan penyedia, serta strategi penyelesaiannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Usai ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan Praktik dan Simulasi Penyusunan Kontrak. Sesi praktik menjadi salah satu agenda yang paling menarik karena peserta secara langsung menyusun dokumen kontrak berdasarkan studi kasus yang diberikan fasilitator. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan seluruh materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Menjelang akhir hari, peserta mengikuti materi Melakukan Penerimaan Hasil Pengadaan Barang/Jasa, yang membahas prosedur pemeriksaan hasil pekerjaan, proses serah terima, dokumentasi administrasi, serta langkah-langkah memastikan bahwa seluruh kewajiban kontrak telah dipenuhi sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Seluruh pembelajaran hari kedua dipandu oleh Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, Ahli Pengadaan sekaligus Fasilitator ToT LKPP. Dengan metode pembelajaran yang komunikatif dan interaktif, beliau mengajak peserta berdiskusi aktif mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan kontrak yang sering dihadapi oleh instansi pemerintah maupun organisasi lainnya.
Hari Ketiga: Swakelola, Manajemen Kinerja, dan Manajemen Risiko
Pembelajaran tatap muka ditutup pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan fokus pada pengelolaan pengadaan melalui mekanisme swakelola dan peningkatan kualitas manajemen proyek.
Materi diawali dengan pembahasan Melakukan Persiapan Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola, yang menjelaskan tahapan perencanaan, identifikasi kebutuhan, penyusunan jadwal kegiatan, serta penyiapan sumber daya yang diperlukan dalam pelaksanaan swakelola.
Setelah coffee break, peserta mempelajari Melakukan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara Swakelola, termasuk mekanisme pelaksanaan, pengawasan kegiatan, serta pertanggungjawaban administrasi sesuai regulasi yang berlaku.
Pada sesi siang setelah ISHOMA, peserta memperoleh materi Mengelola Kinerja, yang menitikberatkan pada pengukuran keberhasilan pelaksanaan kontrak, evaluasi pencapaian target, serta penyusunan indikator kinerja untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai tujuan organisasi.
Sebagai materi penutup, peserta mempelajari Mengelola Risiko, yang menjadi salah satu kompetensi penting dalam manajemen kontrak modern. Pada sesi ini dibahas teknik identifikasi risiko, analisis dampak, penyusunan strategi mitigasi, hingga langkah-langkah pengendalian risiko agar pelaksanaan kontrak tetap berjalan optimal meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Seluruh materi hari ketiga disampaikan oleh Dr. Ir. Putut Maharyudi, M.M., MBA., CCMs., Ahli Pengadaan sekaligus Fasilitator ToT LKPP. Melalui pendekatan yang berbasis pengalaman praktik, beliau memberikan banyak wawasan mengenai strategi pengelolaan kontrak yang efektif serta pentingnya penerapan manajemen risiko dalam setiap proyek pengadaan.
Uji Sertifikasi Kompetensi BNSP
Sebagai puncak kegiatan, Uji Kompetensi Certified Contract Management Specialist (CCMS) dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 oleh LSP Pengadaan – BNSP.
Rangkaian asesmen dimulai dengan Ujian Tertulis untuk mengukur penguasaan peserta terhadap seluruh unit kompetensi yang telah dipelajari selama pelatihan. Setelah rehat dan coffee break, peserta mengikuti Ujian Wawancara bersama asesor kompetensi guna mengonfirmasi pemahaman, pengalaman, kemampuan analisis, serta penerapan kompetensi dalam pengelolaan kontrak pengadaan.
Seluruh proses asesmen dilaksanakan sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga sertifikat kompetensi yang diperoleh menjadi bukti pengakuan resmi atas kemampuan peserta dalam mengelola kontrak pengadaan secara profesional.
Komitmen LPKN dalam Mencetak Profesional Pengadaan
Melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Certified Contract Management Specialist (CCMS), LPKN terus berupaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang pengadaan barang dan jasa. Pengelolaan kontrak yang baik merupakan salah satu faktor utama keberhasilan suatu proses pengadaan, sehingga diperlukan tenaga profesional yang memahami tidak hanya aspek regulasi, tetapi juga strategi implementasi, pengendalian, penyelesaian masalah, hingga manajemen risiko.

LPKN berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh di lingkungan kerja masing-masing, sehingga mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan kontrak, meminimalkan risiko, serta mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
LPKN juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh fasilitator, asesor kompetensi, panitia, dan peserta yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar, interaktif, dan memberikan manfaat yang nyata. Melalui program-program sertifikasi berbasis kompetensi seperti CCMS, LPKN akan terus berkontribusi dalam mencetak SDM unggul yang siap menghadapi tantangan pengadaan barang/jasa di era yang semakin dinamis dan profesional.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 642
-
Kelas Tatap Muka 770
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6553
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3290
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2866
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2679
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2340