LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 / SAMARINDA

Dibuat Oleh : Mitha | 07 Ags 2026


Samarinda, 28–30 Juli 2026 — Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level-1 dengan model pembelajaran Blended Learning. Kegiatan ini dilaksanakan melalui rangkaian E-Learning pada 14–27 Juli 2026, dilanjutkan dengan Tatap Muka Offline pada 28–29 Juli 2026, dan ditutup dengan Ujian Sertifikasi pada 30 Juli 2026 yang bertempat di Hotel Horison Samarinda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen LPKN sebagai lembaga pelatihan yang telah memperoleh Akreditasi A LKPP dalam memberikan pembekalan kompetensi bagi para pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar pengadaan, tetapi juga mendapatkan pembelajaran yang terstruktur mengenai tahapan, proses, regulasi, hingga penerapan pengadaan barang/jasa pemerintah dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Model Blended Learning yang diterapkan dalam kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel sekaligus tetap mendapatkan pendalaman materi secara langsung bersama fasilitator. Tahapan E-Learning menjadi sarana bagi peserta untuk mempelajari materi secara mandiri, sedangkan sesi tatap muka digunakan untuk memperkuat pemahaman, berdiskusi, melakukan pembahasan, serta mempersiapkan peserta menghadapi uji kompetensi.

Pembekalan Materi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Rangkaian pembelajaran tatap muka dimulai pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta dan persiapan panitia, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang meliputi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Building Learning Commitment (BLC) yang difasilitasi oleh Panitia LPKN. Sesi ini menjadi bagian penting dalam membangun komitmen belajar, menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, serta menyamakan pemahaman peserta mengenai tujuan dan proses pelatihan.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Materi tersebut diberikan secara bertahap dan membahas landasan serta pemahaman dasar yang menjadi fondasi dalam menjalankan proses pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya proses perencanaan dalam memastikan pengadaan dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah jeda istirahat, sholat, dan makan, pembelajaran dilanjutkan dengan materi Pemilihan Penyedia. Materi ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian proses PBJP karena berkaitan dengan tahapan pemilihan penyedia yang harus dilaksanakan sesuai prinsip dan ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Seluruh rangkaian pembelajaran hari pertama berlangsung secara intensif dengan kombinasi penyampaian materi, penjelasan fasilitator, serta interaksi bersama peserta.

Pendalaman Materi dan Persiapan Uji Kompetensi

Pada Rabu, 29 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan materi Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan kontrak sebagai salah satu aspek penting setelah proses pemilihan penyedia.

Pembelajaran berikutnya membahas Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Swakelola. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pelaksanaan pengadaan melalui mekanisme swakelola serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah sesi Ishoma, peserta kembali mengikuti materi Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management/SCM). Materi tersebut memperluas pemahaman peserta mengenai pengelolaan rantai pasok dan keterkaitannya dengan proses pengadaan barang/jasa pemerintah.

Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, hari kedua juga diisi dengan Pembahasan Try Out yang terbagi dalam dua sesi. Sesi ini dirancang untuk membantu peserta mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari sekaligus menjadi sarana persiapan menghadapi uji kompetensi.

Peserta juga mendapatkan sesi Verifikasi Buku Regulasi dan Modul Pelatihan yang dilaksanakan oleh Panitia LPKN. Sesi ini menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum peserta mengikuti proses sertifikasi kompetensi.

Fasilitator Berpengalaman dari Bidang Pengadaan

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi PBJP Level-1 ini menghadirkan fasilitator yang memiliki pengalaman serta kompetensi di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pembelajaran difasilitasi oleh:

  • Ir. H. Salman Lumoindong, M.M., Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP.
  • Yeffri Purnama, S.H., CCMs, Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP.

Kehadiran para fasilitator tersebut memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga mendapatkan penjelasan dan pemahaman yang lebih aplikatif terkait pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Interaksi antara fasilitator dan peserta juga menjadi bagian penting selama proses pembelajaran. Peserta diberikan ruang untuk memahami materi secara lebih mendalam, mengajukan pertanyaan, serta mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan PBJP.

Uji Kompetensi PBJP Level-1

Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran tatap muka selama dua hari, peserta memasuki tahap akhir berupa Uji Kompetensi PBJP Level-1 yang dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026.

Pelaksanaan uji kompetensi menjadi momentum penting bagi peserta untuk menunjukkan penguasaan kompetensi yang telah diperoleh selama rangkaian pembelajaran. Proses ujian dilaksanakan dengan melibatkan Pengawas dari Direktorat Sertifikasi Profesi – LKPP serta fasilitator yang mendampingi proses persiapan pelaksanaan uji kompetensi.

Tahapan ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi terhadap pemahaman dan kompetensi peserta dalam bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Level-1.

Dengan adanya proses pembelajaran yang dimulai dari E-Learning, pendalaman materi secara tatap muka, pembahasan try out, hingga pelaksanaan uji kompetensi, peserta diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi proses sertifikasi.

Mendorong Profesionalisme Pelaku Pengadaan

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level-1 bukan hanya menjadi sarana untuk memperoleh sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Kompetensi yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan pengadaan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang PBJP perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, LPKN berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang sistematis dengan menggabungkan pembelajaran mandiri, pembelajaran tatap muka, diskusi, pembahasan try out, hingga uji kompetensi.

Pelaksanaan kegiatan di Hotel Horison Samarinda juga menjadi bagian dari upaya LPKN untuk mendekatkan akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi PBJP kepada para peserta di berbagai daerah.

Komitmen LPKN untuk Pengembangan Kompetensi PBJP

Sebagai lembaga yang berfokus pada pengembangan dan konsultasi nasional, LPKN terus berkomitmen untuk menyelenggarakan berbagai program pelatihan yang mendukung peningkatan kompetensi aparatur dan para pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah.

Penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level-1 di Samarinda diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman regulasi maupun dalam menunjang pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 30 Juli 2026, peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan secara profesional dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

LPKN juga akan terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pengadaan pemerintah serta perkembangan regulasi dan praktik PBJP di Indonesia.

Pelatihan berakhir, proses belajar tidak berhenti. Kompetensi yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk terus tumbuh menjadi insan pengadaan yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Kegiatan Terkait :