LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C / JAKARTA

Dibuat Oleh : Mitha | 07 Ags 2026


Jakarta, 28–29 Juli 2026 — Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) melalui penyelenggaraan Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C.

Kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa–Rabu, 28–29 Juli 2026, bertempat di The Tavia Heritage Hotel Jakarta. Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran Blended Learning, yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui E-Learning pada 16–27 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka dan dijadwalkan mengikuti ujian pada 20 Agustus 2026.

Sebagai lembaga pelatihan yang telah memperoleh Akreditasi A LKPP, LPKN menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga mendorong peserta untuk mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mendiskusikan berbagai indikator kritis yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas PPK.

Pembelajaran Dimulai dengan Building Learning Commitment

Rangkaian pembelajaran tatap muka pada hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan persiapan kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan serta Building Learning Commitment (BLC).

Sesi BLC menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan partisipatif. Melalui sesi ini, peserta diarahkan untuk membangun komitmen bersama selama mengikuti pelatihan, termasuk kesiapan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengkaji berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Pembelajaran pada kegiatan ini difasilitasi oleh Ade Kristianto, ST., M.AP., CCMs, yang merupakan Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP.

Berbeda dengan pembelajaran yang hanya berfokus pada penyampaian materi, pelatihan PPK Tipe C ini memberikan porsi yang cukup besar terhadap diskusi indikator kritis berdasarkan kajian yang disusun oleh peserta.

Peserta didorong untuk menyusun kajian dan memilih sedikitnya satu indikator kritis untuk kemudian dibahas bersama. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami materi secara lebih kontekstual dan menghubungkannya dengan kondisi nyata dalam pelaksanaan tugas.

Mengasah Kemampuan Menyusun Spesifikasi Teknis dan KAK

Salah satu pembahasan utama pada hari pertama adalah penyusunan spesifikasi teknis dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada pekerjaan sederhana.

Materi ini menjadi penting karena spesifikasi teknis dan KAK merupakan bagian mendasar dalam proses persiapan pengadaan. Peserta diajak untuk memahami bagaimana kebutuhan dapat diterjemahkan ke dalam spesifikasi yang jelas, tepat, dan sesuai dengan tujuan pengadaan.

Dalam sesi diskusi, peserta tidak hanya menerima penjelasan dari fasilitator, tetapi juga melakukan kajian terhadap indikator kritis yang telah disusun.

Melalui metode tersebut, peserta dapat melihat berbagai aspek yang perlu diperhatikan ketika menyusun spesifikasi teknis maupun KAK, sekaligus memahami potensi permasalahan yang dapat muncul apabila kebutuhan tidak dirumuskan secara tepat.

Setelah sesi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan break sebelum peserta kembali mengikuti rangkaian materi berikutnya.

Membahas Penyusunan Perkiraan Harga pada Pekerjaan Sederhana

Pembahasan selanjutnya berfokus pada penyusunan perkiraan harga pada pekerjaan sederhana.

Perkiraan harga merupakan salah satu bagian penting dalam proses persiapan pengadaan. Oleh karena itu, peserta diberikan kesempatan untuk memahami berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunannya.

Melalui diskusi indikator kritis, peserta diajak untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat memengaruhi ketepatan perkiraan harga serta memahami bagaimana informasi dan kajian yang tersedia dapat digunakan sebagai dasar dalam proses penyusunan perkiraan harga.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mendorong peserta untuk mengemukakan hasil kajian yang telah disusun sebelumnya.

Pendekatan pembelajaran tersebut membuat peserta tidak hanya memahami materi dari sisi konsep, tetapi juga belajar melihat suatu permasalahan dari sudut pandang pelaksanaan tugas PPK.

Pendalaman Pelaksanaan Kontrak PBJP

Materi berikutnya membahas pelaksanaan kontrak PBJP pada pekerjaan sederhana.

Dalam pelaksanaan pengadaan, kontrak menjadi salah satu instrumen penting yang mengatur hubungan antara para pihak. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaksanaan kontrak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi PPK.

Pada sesi ini, peserta kembali melakukan diskusi berdasarkan indikator kritis yang telah disusun. Diskusi diarahkan untuk menggali berbagai kondisi yang dapat muncul selama pelaksanaan kontrak serta bagaimana PPK dapat memahami dan menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pembahasan dilakukan secara bertahap sehingga peserta memiliki kesempatan untuk memahami materi sekaligus menghubungkannya dengan praktik pengadaan pada pekerjaan sederhana.

Pengelolaan PBJP Secara Swakelola

Tidak hanya membahas pengadaan melalui penyedia, peserta juga mendapatkan materi mengenai Pengelolaan PBJP secara Swakelola.

Materi ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pelaksanaan pengadaan melalui mekanisme swakelola, termasuk berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaannya.

Melalui sesi diskusi indikator kritis, peserta diberikan ruang untuk mengkaji berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan PBJP secara swakelola berdasarkan kajian yang telah mereka susun.

Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif karena peserta tidak hanya mempelajari materi, tetapi juga berlatih mengidentifikasi persoalan dan indikator penting yang relevan dengan pelaksanaan tugas PPK.

Hari Kedua Diisi Pembahasan Tes dan Evaluasi

Memasuki Rabu, 29 Juli 2026, rangkaian pembelajaran dilanjutkan dengan sesi pendalaman dan evaluasi.

Peserta mengikuti pembahasan tes materi sebagai sarana untuk mengukur sekaligus memperkuat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan pada hari pertama.

Pembahasan tes menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengevaluasi kembali pemahaman mereka terhadap berbagai topik, mulai dari penyusunan spesifikasi teknis dan KAK, penyusunan perkiraan harga, pelaksanaan kontrak, hingga pengelolaan PBJP secara swakelola.

Setelah sesi pembahasan dan jeda kegiatan, peserta kemudian memasuki tahapan Test Evaluasi Akhir.

Evaluasi akhir menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pelatihan karena memberikan gambaran mengenai tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti keseluruhan proses pembelajaran tatap muka.

Mendorong PPK yang Lebih Kompeten dan Profesional

Pelatihan Kompetensi PBJP bagi PPK Tipe C ini dirancang untuk memberikan pembekalan yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen, khususnya dalam menangani pekerjaan sederhana.

PPK memiliki peran penting dalam memastikan proses pengadaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan, ketentuan, serta prinsip-prinsip pengadaan barang/jasa pemerintah. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi PPK menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tata kelola pengadaan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Penggunaan metode diskusi berbasis indikator kritis berdasarkan kajian peserta menjadi salah satu keunggulan dalam pelatihan ini. Peserta tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran.

Metode tersebut memungkinkan peserta untuk mengembangkan kemampuan analitis, mengidentifikasi potensi permasalahan, menyampaikan argumentasi, serta menghubungkan materi dengan situasi yang dapat ditemui dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

LPKN Terus Perkuat Kompetensi Pengadaan

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, LPKN kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kompetensi para pelaku Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Indonesia.

Rangkaian Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bagi PPK Tipe C yang dilaksanakan melalui model Blended Learning memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif, mulai dari E-Learning, pembelajaran tatap muka, diskusi berbasis kajian peserta, pembahasan tes, hingga evaluasi akhir.

Kegiatan yang berlangsung di The Tavia Heritage Hotel Jakarta tersebut diharapkan dapat memberikan bekal yang kuat bagi peserta dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya sebagai PPK secara profesional.

Lebih dari sekadar menyelesaikan rangkaian pelatihan, peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam lingkungan kerja masing-masing.

Dengan terus menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi dan kebutuhan praktis di lapangan, LPKN berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia pengadaan yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang semakin baik.

Pelatihan selesai, kompetensi terus berkembang. Karena pengadaan yang berkualitas berawal dari SDM yang kompeten.

Kegiatan Terkait :