PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 / JAKARTA
Dibuat Oleh : Mitha | 24 Ags 2026
Jakarta, 11–13 Agustus 2026 — Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level-1 dengan model pembelajaran blended learning. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LPKN dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2026 melalui pembelajaran E-Learning, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 11–12 Agustus 2026, serta ditutup dengan Ujian Sertifikasi pada 13 Agustus 2026.
Sesi pembelajaran tatap muka berlangsung di Tavia Heritage Hotel Jakarta, Ruang A, dengan menghadirkan fasilitator yang berpengalaman di bidang pengadaan, di antaranya Ir. Sudarisman, Baihaki, S.Si., M.M., dan Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, yang merupakan Ahli Pengadaan sekaligus Fasilitator ToT LKPP.
Pembelajaran Blended Learning, Menggabungkan Teori dan Praktik
Program PBJP Level-1 dirancang dengan pendekatan blended learning untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih fleksibel sekaligus komprehensif kepada peserta.
Pada tahap E-Learning yang berlangsung selama 28 Juli–10 Agustus 2026, peserta mendapatkan pembekalan materi secara online sebelum mengikuti pembelajaran secara langsung. Tahapan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari konsep dasar PBJP secara mandiri serta mempersiapkan diri menghadapi sesi tatap muka dan uji kompetensi.
Setelah menyelesaikan pembelajaran online, peserta kemudian mengikuti sesi tatap muka selama dua hari. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan materi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, mengajukan pertanyaan, memperdalam pemahaman, serta mengaitkan materi dengan praktik pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Hari Pertama: Memahami Fondasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Selasa, 11 Agustus 2026, menjadi hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan persiapan yang dilakukan oleh panitia LPKN.
Rangkaian kegiatan kemudian dibuka dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Doa, sebagai bentuk pembukaan kegiatan secara resmi.

Selanjutnya, peserta mendapatkan Sambutan Ketua Umum LPKN, Andi Zabur Rahman, S.Kom., S.Si., MBA. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan penguatan mengenai pentingnya peningkatan kompetensi dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah serta pentingnya membangun profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Building Learning Commitment (BLC) yang dipandu oleh Panitia LPKN. Sesi ini menjadi momentum untuk membangun komitmen belajar, menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, serta menyatukan tujuan peserta selama mengikuti pelatihan.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Materi ini menjadi fondasi penting bagi peserta untuk memahami ruang lingkup, prinsip, serta proses dasar dalam pelaksanaan PBJP.
Materi pengantar kemudian dilanjutkan setelah sesi break dan foto bersama. Peserta kembali memperdalam pemahaman mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah sebelum memasuki pembahasan berikutnya, yaitu Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.
Perencanaan Menjadi Kunci Pengadaan yang Efektif
Pada sesi perencanaan, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pengadaan tidak hanya ditentukan pada saat proses pemilihan penyedia berlangsung. Proses tersebut harus diawali dengan perencanaan yang tepat, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.
Melalui materi Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana proses perencanaan menjadi dasar bagi tahapan pengadaan selanjutnya.
Setelah sesi ISHOMA, pembelajaran dilanjutkan dengan materi perencanaan secara lebih mendalam. Peserta kemudian memasuki materi Pemilihan Penyedia, yang membahas tahapan penting dalam menentukan penyedia barang/jasa secara tepat sesuai ketentuan.
Materi Pemilihan Penyedia dilaksanakan dalam dua sesi dan dilengkapi dengan waktu break agar peserta dapat menjaga konsentrasi selama mengikuti pembelajaran hingga sore hari.
Rangkaian pembelajaran hari pertama menghadirkan Fasilitator Ir. Sudarisman, selaku Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP.
Hari Kedua: Memperkuat Pemahaman Kontrak, Swakelola, dan Rantai Pasok
Memasuki Rabu, 12 Agustus 2026, peserta kembali mengikuti pembelajaran tatap muka dengan materi yang semakin memperluas pemahaman mengenai keseluruhan siklus pengadaan.
Pembelajaran diawali dengan materi Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Materi ini menjadi bagian penting karena setelah proses pemilihan penyedia selesai, pelaksanaan pekerjaan harus tetap dikelola dengan baik agar tujuan pengadaan dapat tercapai.
Peserta kemudian mendapatkan materi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Swakelola. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pengadaan secara swakelola sebagai salah satu metode pelaksanaan pengadaan yang dapat digunakan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.

Setelah ISHOMA, pembelajaran dilanjutkan dengan materi Manajemen Rantai Pasok atau Supply Chain Management (SCM). Materi ini memberikan perspektif yang lebih luas kepada peserta mengenai pentingnya pengelolaan rantai pasok dalam mendukung efektivitas dan efisiensi proses pengadaan.
Pembelajaran pada hari kedua turut difasilitasi oleh Baihaki, S.Si., M.M., selaku Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP.
Persiapan Ujian melalui Try Out dan Verifikasi Modul
Menjelang akhir rangkaian pembelajaran, peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengukur kesiapan menghadapi ujian melalui Pembahasan Try Out.
Sesi try out dibagi menjadi dua bagian. Peserta bersama fasilitator membahas soal-soal yang diberikan, mendalami alasan di balik setiap jawaban, serta mengidentifikasi bagian materi yang masih perlu diperkuat.
Metode ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Peserta tidak sekadar mengetahui jawaban, tetapi juga diarahkan untuk memahami pola pertanyaan dan cara menerapkan pengetahuan PBJP dalam menghadapi berbagai situasi.
Setelah pembahasan try out, panitia LPKN melaksanakan Verifikasi Buku Regulasi dan Modul Pelatihan. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum memasuki proses uji kompetensi.
Hari Ketiga: Menguji Kompetensi PBJP Level-1
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran, peserta memasuki tahap akhir pada Kamis, 13 Agustus 2026, yaitu Uji Kompetensi PBJP Level-1.
Sebelum pelaksanaan ujian, dilakukan persiapan untuk memastikan seluruh peserta dan perangkat ujian telah siap. Selanjutnya, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Ujian ini menjadi momentum penting bagi peserta untuk mengukur sekaligus membuktikan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti rangkaian pembelajaran.
Pelaksanaan uji kompetensi diawasi oleh Direktorat Sertifikasi Profesi – LKPP, sehingga proses sertifikasi dilaksanakan dengan memperhatikan standar dan ketentuan yang berlaku.
Fasilitator dalam rangkaian kegiatan juga melibatkan Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, selaku Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP.
Mencetak SDM Pengadaan yang Siap dan Kompeten
Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Level-1 ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan profesionalisme para pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah.
Dengan materi yang mencakup pengantar PBJP, perencanaan pengadaan, pemilihan penyedia, pengelolaan kontrak, swakelola, manajemen rantai pasok, hingga persiapan uji kompetensi, peserta mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai berbagai tahapan penting dalam proses pengadaan.
Pendekatan blended learning juga memberikan nilai tambah karena peserta dapat memanfaatkan pembelajaran online untuk membangun pemahaman dasar, kemudian memperdalamnya melalui pembelajaran tatap muka yang lebih interaktif.

Diskusi, latihan, pembahasan try out, serta interaksi langsung dengan fasilitator menjadi bagian penting dalam membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi.
Melalui kegiatan ini, LPKN berharap para peserta mampu membawa pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh ke dalam lingkungan kerja masing-masing serta berkontribusi dalam menciptakan proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang semakin efektif, efisien, profesional, transparan, dan akuntabel.
Rangkaian kegiatan PBJP Level-1 yang berlangsung pada 28 Juli–13 Agustus 2026 akhirnya menjadi perjalanan pembelajaran yang lengkap, mulai dari E-Learning, tatap muka, latihan, try out, verifikasi dokumen, hingga uji kompetensi.
LPKN terus berkomitmen untuk menjadi bagian dalam mencetak sumber daya manusia Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang kompeten, profesional, dan berintegritas melalui program pelatihan serta sertifikasi yang berkualitas.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 642
-
Kelas Tatap Muka 770
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6553
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3290
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2866
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2679
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2340