LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 / JAKARTA

Dibuat Oleh : Mitha | 18 Sep 2026


Jakarta, 10–12 September 2026 — Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level-1 dengan model pembelajaran Blended Learning. Kegiatan tatap muka berlangsung pada 10–11 September 2026 dan dilanjutkan dengan Ujian Sertifikasi pada 12 September 2026, bertempat di Tavia Heritage Hotel Jakarta.

Rangkaian program ini sebelumnya telah dilaksanakan melalui tahapan E-Learning pada 27 Agustus–9 September 2026. Setelah menyelesaikan pembelajaran secara daring, peserta mengikuti pembelajaran tatap muka untuk memperdalam pemahaman terhadap materi sekaligus melakukan persiapan menghadapi uji kompetensi PBJP Level-1.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen LPKN dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Melalui pembelajaran yang terstruktur dan bertahap, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai aspek penting PBJP, mulai dari konsep dasar, perencanaan, pemilihan penyedia, pengelolaan kontrak, swakelola, hingga manajemen rantai pasok.

Dalam rangkaian pembelajaran, LPKN menghadirkan sejumlah fasilitator yang merupakan Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP, yaitu Ir. Sudarisman, Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, serta Dr. Hermawan, S.E., M.M. Kehadiran para fasilitator memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemaparan materi secara komprehensif serta memperdalam pemahaman terhadap berbagai aspek pengadaan.

Pembukaan dan Penguatan Komitmen Pembelajaran

Kegiatan tatap muka dimulai pada Kamis, 10 September 2026, dengan registrasi peserta dan persiapan pada pukul 07.30–08.00 WIB. Setelah proses registrasi selesai, kegiatan diawali dengan pembukaan yang mencakup menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum LPKN, Andi Zabur Rahman, S.Kom., S.Si., MBA. Dalam sambutannya, peserta mendapatkan pengantar mengenai pentingnya peningkatan kompetensi dan pemahaman yang memadai dalam melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Setelah sambutan, peserta mengikuti sesi Building Learning Commitment (BLC) yang dipandu oleh Panitia LPKN. Sesi ini bertujuan membangun kesiapan peserta sebelum memasuki pembelajaran inti, sekaligus menciptakan suasana belajar yang aktif, terarah, dan kondusif.

Dengan adanya BLC, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara optimal serta memiliki komitmen untuk terlibat aktif dalam setiap sesi yang diberikan.

Memahami Dasar dan Tahapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Memasuki materi utama, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Materi ini menjadi dasar untuk memahami konsep dan ruang lingkup PBJP sebelum peserta memasuki pembahasan yang lebih spesifik.

Sesi berlangsung dalam dua bagian dan diselingi dengan break serta foto bersama. Setelah itu, pembelajaran berlanjut pada materi Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Perencanaan menjadi salah satu tahapan penting dalam keseluruhan proses pengadaan. Melalui materi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan proses pengadaan secara sistematis agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.

Materi perencanaan diberikan dalam dua sesi, yaitu sebelum dan sesudah waktu istirahat, salat, dan makan. Peserta kemudian melanjutkan pembelajaran dengan materi Pemilihan Penyedia yang juga diberikan secara bertahap.

Pembahasan mengenai pemilihan penyedia memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah. Sesi tersebut berlangsung hingga sore hari dan menjadi penutup pembelajaran pada hari pertama.

Pendalaman Pengelolaan Kontrak dan Swakelola

Pada Jumat, 11 September 2026, pembelajaran dilanjutkan dengan materi Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pengelolaan kontrak sebagai salah satu bagian penting dalam memastikan proses pengadaan dapat dilaksanakan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan.

Setelah sesi break, peserta kemudian mendapatkan materi mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Swakelola. Materi tersebut membahas pelaksanaan pengadaan melalui mekanisme swakelola dan memberikan perspektif kepada peserta mengenai karakteristik serta tahapan yang perlu dipahami dalam pelaksanaannya.

Pembelajaran mengenai swakelola kemudian dilanjutkan setelah sesi Ishoma. Selanjutnya, peserta memasuki materi Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management/SCM).

Pembahasan SCM memperluas perspektif peserta mengenai keterkaitan berbagai proses, sumber daya, dan pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Pemahaman tersebut menjadi relevan dalam mendukung pengelolaan pengadaan yang lebih terstruktur dan efektif.

Penguatan Pemahaman melalui Pembahasan Try Out

Setelah menyelesaikan materi utama, peserta mengikuti Pembahasan Try Out yang terbagi menjadi dua sesi. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan peserta menjelang pelaksanaan uji kompetensi.

Pembahasan try out memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengukur kembali pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran. Peserta juga dapat melakukan evaluasi terhadap materi yang masih membutuhkan pendalaman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan verifikasi buku regulasi dan modul pelatihan oleh Panitia LPKN. Tahapan tersebut menjadi persiapan akhir sebelum peserta mengikuti ujian sertifikasi pada hari berikutnya.

Uji Kompetensi PBJP Level-1

Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran tatap muka, peserta memasuki tahapan akhir program pada Sabtu, 12 September 2026, yaitu Uji Kompetensi PBJP Level-1 yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pelaksanaan ujian dilakukan dengan pengawasan dari Direktorat Sertifikasi Profesi – LKPP. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian sertifikasi kompetensi setelah peserta menyelesaikan pembelajaran melalui e-learning dan tatap muka.

Dengan adanya proses pembelajaran yang dilaksanakan secara bertahap, peserta memperoleh kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi uji kompetensi. Materi yang telah dipelajari selama e-learning kemudian diperkuat melalui pembelajaran tatap muka, diskusi, serta pembahasan try out.

Blended Learning sebagai Pengalaman Pembelajaran Terpadu

Penerapan model Blended Learning dalam program PBJP Level-1 memberikan pola pembelajaran yang memadukan pembelajaran melalui E-Learning dengan pembelajaran tatap muka offline. Tahapan e-learning yang berlangsung pada 27 Agustus–9 September 2026 menjadi bagian awal pembelajaran, sedangkan sesi tatap muka pada 10–11 September 2026 digunakan untuk memperkuat pemahaman peserta.

Model tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mempelajari materi secara bertahap sekaligus mendapatkan pendalaman secara langsung bersama fasilitator. Dengan pola pembelajaran tersebut, proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan pada penguatan pemahaman dan kesiapan menghadapi uji kompetensi.

Selama dua hari pembelajaran tatap muka, peserta mendapatkan materi yang mencakup berbagai tahapan penting dalam PBJP. Mulai dari pengantar pengadaan, perencanaan, pemilihan penyedia, pengelolaan kontrak, swakelola, hingga manajemen rantai pasok. Keseluruhan materi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman peserta mengenai proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara lebih menyeluruh.

Kegiatan Terkait :