LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP Certified Procurement Strategist (CPSt)

Dibuat Oleh : Mitha | 22 Apr 2026


Jakarta – Dalam upaya memperkuat kompetensi strategis di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) sukses menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan – Certified Procurement Strategist (CPSt) yang tersertifikasi oleh BNSP. Kegiatan ini berlangsung secara terpadu melalui metode blended learning, dimulai dari sesi E-Learning pada 02–15 April 2026, dilanjutkan dengan pembelajaran tatap muka pada 16–17 April 2026, serta ditutup dengan uji kompetensi pada 18 April 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pembelajaran mandiri, di mana peserta diwajibkan menyelesaikan 9 Unit Kompetensi (UK) melalui buku kerja. Proses ini didukung dengan sesi pengarahan pengisian APL 01 dan APL 02, termasuk panduan pengunggahan portofolio sebagai bagian dari persyaratan uji kompetensi. Peserta juga mendapatkan pendampingan materi secara daring, seperti perumusan organisasi pengadaan oleh Dr. Fahrurrazi, M.Si., CCMS, serta penyelarasan kebijakan pengadaan yang disampaikan oleh Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS.

Memasuki sesi tatap muka pada Kamis, 16 April 2026, kegiatan dimulai dengan registrasi peserta yang kemudian dilanjutkan dengan materi pembuka mengenai menelaah lingkungan pengadaan barang/jasa. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, didukung oleh fasilitator berpengalaman yang memberikan pendekatan praktis dan kontekstual.

Pada hari pertama ini, peserta mendapatkan pembekalan materi inti seperti penyusunan kebutuhan dan anggaran pengadaan, penyusunan spesifikasi teknis, hingga penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Setiap sesi dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap aspek perencanaan pengadaan yang efektif dan akuntabel. Disela kegiatan, peserta juga memanfaatkan waktu untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman, sehingga tercipta suasana belajar yang kolaboratif.

Hari kedua, Jumat, 17 April 2026, difokuskan pada penguatan kemampuan analitis dan manajerial peserta. Materi yang disampaikan meliputi pengkajian ulang paket pengadaan, pengelolaan risiko, serta pengelolaan kinerja pengadaan. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan arahan terkait pengisian Dokumen Instrumen Teknis (DIT) dan Dokumen Pendukung Teknis (DPT), yang menjadi bagian penting dalam proses asesmen kompetensi.

Sebagai bagian dari persiapan akhir, peserta juga diarahkan untuk mempersiapkan presentasi portofolio yang akan diuji oleh tim asesor dari BNSP. Pendampingan intensif dari fasilitator dan asesor memberikan kepercayaan diri bagi peserta dalam menghadapi tahapan uji kompetensi.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026 melalui Uji Kompetensi Pengadaan yang mencakup asesmen tertulis maupun wawancara langsung oleh Tim Asesor BNSP. Proses ini menjadi tolok ukur dalam menilai kesiapan dan kompetensi peserta sebagai seorang Certified Procurement Strategist.

Kegiatan ini menghadirkan fasilitator profesional di bidang pengadaan, di antaranya Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc. serta Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS, yang merupakan fasilitator bersertifikat ToT LKPP. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, para fasilitator mampu menyampaikan materi secara komprehensif, aplikatif, dan relevan dengan kondisi di lapangan.

Melalui penyelenggaraan program ini, LPKN berharap dapat mencetak tenaga profesional pengadaan yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu berpikir strategis, mengelola risiko, serta meningkatkan kinerja pengadaan secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung tata kelola pengadaan yang transparan, efisien, dan berintegritas di Indonesia.

Kegiatan Terkait :