LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan - BNSP Certified Contract Management Specialist (CCMS)

Dibuat Oleh : Mitha | 12 Mei 2026


Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah skema Certified Contract Management Specialist (CCMS) kembali sukses diselenggarakan oleh LPKN bekerja sama dengan LSP Pengadaan – BNSP. Kegiatan ini berlangsung secara blended learning mulai tanggal 22 April hingga 05 Mei 2026 melalui pembelajaran e-learning, dilanjutkan dengan sesi tatap muka pada 06–08 Mei 2026, serta uji kompetensi sertifikasi pada 09 Mei 2026 bertempat di The Tavia Heritage Hotel.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, maupun sektor lainnya yang ingin meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan kontrak pengadaan barang/jasa secara profesional, efektif, dan sesuai regulasi yang berlaku. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran yang disampaikan langsung oleh fasilitator berpengalaman dan praktisi pengadaan nasional.

Pada hari pertama pelaksanaan tatap muka, kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan suasana kelas yang interaktif. Materi pertama membahas mengenai teknik melakukan negosiasi dalam pengadaan barang/jasa, di mana peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai strategi komunikasi, teknik negosiasi efektif, serta langkah-langkah memperoleh kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Setelah sesi coffee break dan foto bersama, peserta melanjutkan pembelajaran mengenai finalisasi dokumen kontrak pengadaan barang/jasa yang menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengadaan.

Memasuki sesi siang hari, peserta dibekali materi tentang pembentukan tim pengelolaan kontrak pengadaan barang/jasa serta penyusunan rencana pengelolaan kontrak. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pembagian tugas, koordinasi tim, hingga penyusunan strategi pengendalian kontrak agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Materi hari pertama disampaikan secara komprehensif oleh Ir. Sutan Suangkupon Lubis, M.Sc. yang memberikan banyak studi kasus serta pengalaman praktis di lapangan sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan aplikatif.

Pada hari kedua, peserta kembali melanjutkan pembelajaran mengenai pengendalian pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa. Dalam sesi ini, peserta mempelajari berbagai teknik monitoring pekerjaan, pengawasan progres kontrak, hingga langkah mitigasi terhadap potensi hambatan pelaksanaan kontrak. Setelah coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan materi penyelesaian permasalahan kontrak pengadaan barang/jasa yang membahas berbagai bentuk sengketa, keterlambatan pekerjaan, addendum kontrak, hingga strategi penyelesaian konflik secara profesional.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik dan simulasi penyusunan kontrak pengadaan barang/jasa. Melalui simulasi tersebut, peserta dilatih untuk menyusun dokumen kontrak secara sistematis berdasarkan studi kasus nyata sehingga mampu meningkatkan kemampuan analisis dan penyelesaian masalah dalam pengelolaan kontrak. Setelah itu, peserta menerima materi mengenai proses penerimaan hasil pengadaan barang/jasa yang menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi dan ketentuan kontrak. Materi pada hari kedua dipandu oleh Dr. Ir. Putut Maharyudi, M.M. MBA., CCMs. yang memberikan pemahaman mendalam terkait manajemen kontrak modern dan implementasinya dalam pengadaan pemerintah.

Pada hari ketiga, peserta mempelajari pengadaan barang/jasa secara swakelola mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Materi ini membahas tata cara perencanaan swakelola, penyusunan kebutuhan, pelaksanaan kegiatan, serta pengawasan pekerjaan swakelola agar tetap sesuai prinsip efisiensi dan akuntabilitas. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan kinerja dan manajemen risiko dalam pengadaan barang/jasa. Pembahasan mengenai risiko menjadi salah satu sesi yang menarik karena peserta diajak mengidentifikasi potensi risiko pengadaan serta menentukan langkah mitigasi yang tepat untuk meminimalisir dampak terhadap pelaksanaan pekerjaan. Seluruh materi hari ketiga disampaikan oleh Ir. Raymon Budi Hermanto, S.T., M.H., CCMS dengan pendekatan interaktif dan diskusi studi kasus yang membuat peserta semakin aktif selama pelatihan berlangsung.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari keempat berupa Uji Kompetensi CCMS – BNSP yang terdiri dari ujian tertulis dan wawancara kompetensi. Dalam tahapan ini, peserta diuji pemahaman, keterampilan, serta kompetensinya sesuai standar sertifikasi profesi nasional di bidang pengelolaan kontrak pengadaan barang/jasa. Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan penuh keseriusan, mencerminkan komitmen peserta dalam meningkatkan profesionalisme dan kompetensi kerja.

Melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan skema Certified Contract Management Specialist (CCMS) ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas di instansi masing-masing, khususnya dalam pengelolaan kontrak pengadaan barang/jasa yang lebih profesional, transparan, efektif, dan akuntabel. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen LPKN Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah di Indonesia.

Kegiatan Terkait :