Analytical Thinking and Creative Problem Solving
Dibuat Oleh : Mitha | 18 Sep 2026
Jakarta, 8–9 September 2026 — Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara online dengan mengangkat tema “Analytical Thinking and Creative Problem Solving” pada tanggal 8–9 September 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisis persoalan secara sistematis, mengembangkan pola pikir kreatif, serta merumuskan solusi yang inovatif dan dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari melalui kelas online ini menghadirkan Surrachman, S.T., M.T. sebagai narasumber. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, narasumber mengajak peserta untuk tidak hanya memahami konsep berpikir analitis dan kreatif secara teoritis, tetapi juga mengembangkan cara berpikir yang dapat digunakan dalam proses identifikasi masalah, pencarian alternatif solusi, hingga evaluasi terhadap ide yang telah dikembangkan.
Pelatihan diawali dengan sesi registrasi peserta pada pukul 18.00–18.30 WIB. Setelah seluruh peserta bergabung dalam ruang pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh moderator. Rangkaian pembukaan meliputi menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars LPKN, pembacaan doa, serta pengenalan profil narasumber kepada peserta.
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kemampuan berpikir kreatif dalam menunjang proses penyelesaian masalah. Dalam dunia kerja yang dinamis, kemampuan untuk melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang menjadi salah satu aspek penting agar seseorang tidak terpaku pada pola penyelesaian yang sama. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk membangun pola pikir yang lebih terbuka, sistematis, dan mampu menghasilkan berbagai alternatif pemecahan masalah.
Memahami Teknik dan Hambatan dalam Berpikir Kreatif
Pada sesi pertama, Surrachman, S.T., M.T. menyampaikan materi mengenai Teknik Berpikir Kreatif. Peserta diperkenalkan pada berbagai pendekatan yang dapat digunakan untuk memunculkan gagasan baru dan mengembangkan sudut pandang terhadap suatu permasalahan.
Berpikir kreatif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan ide yang berbeda, tetapi juga bagaimana seseorang dapat mengolah informasi, menghubungkan berbagai kemungkinan, serta menemukan pendekatan baru terhadap persoalan yang dihadapi. Dalam konteks pekerjaan, kemampuan tersebut dapat membantu individu maupun organisasi untuk menemukan solusi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan.

Selain teknik berpikir kreatif, peserta juga membahas hambatan kreativitas. Berbagai faktor dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menghasilkan gagasan, baik berasal dari pola pikir, kebiasaan, lingkungan, maupun cara seseorang memandang suatu permasalahan. Dengan mengenali hambatan tersebut, peserta diharapkan dapat lebih mudah mengevaluasi pola berpikir yang selama ini digunakan dan mulai membangun kebiasaan berpikir yang lebih fleksibel.
Mengenal Berbagai Alat untuk Mengembangkan Ide
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai alat berpikir kreatif. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan metode atau alat bantu tertentu untuk mengembangkan ide secara lebih terarah.
Dalam proses pemecahan masalah, ide yang muncul secara spontan belum tentu langsung menjadi solusi yang dapat diterapkan. Oleh sebab itu, diperlukan proses pengembangan, penyaringan, serta pengujian ide agar gagasan yang dihasilkan memiliki relevansi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

Pada sesi ini, peserta juga diperkenalkan dengan beberapa metode, di antaranya Morphology, Value Analysis, dan Attribute Listing. Ketiga pendekatan tersebut dapat digunakan untuk membantu peserta mengeksplorasi berbagai kemungkinan, melihat karakteristik suatu objek atau permasalahan, serta mengidentifikasi bagian-bagian yang masih dapat dikembangkan atau diperbaiki.
Melalui metode tersebut, peserta didorong untuk tidak terburu-buru menetapkan satu solusi. Sebaliknya, peserta diajak mengeksplorasi sebanyak mungkin alternatif terlebih dahulu sebelum menentukan gagasan yang paling sesuai.
Mengubah Permasalahan Menjadi Peluang Solusi
Pada sesi berikutnya, pembahasan diarahkan pada pemecahan masalah secara kreatif. Materi ini menjadi bagian penting karena kemampuan berpikir kreatif pada akhirnya perlu diwujudkan dalam tindakan nyata berupa solusi.
Peserta diajak memahami bagaimana suatu permasalahan dapat diidentifikasi secara lebih mendalam sebelum menentukan langkah penyelesaiannya. Proses tersebut mencakup kemampuan memahami akar persoalan, mengembangkan berbagai kemungkinan solusi, serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap alternatif yang tersedia.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai mencari dan menetapkan ide solusi terpilih. Dalam proses ini, berbagai ide yang telah dikembangkan perlu dikaji berdasarkan kesesuaian, manfaat, kemungkinan penerapan, serta aspek lain yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Dengan demikian, kreativitas tidak berhenti pada banyaknya ide yang dapat dihasilkan, tetapi juga pada kemampuan memilih dan mengembangkan ide yang memiliki nilai serta potensi untuk menyelesaikan persoalan secara nyata.
Mendesain dan Mengevaluasi Ide Kreatif
Tahapan berikutnya membahas bagaimana peserta dapat mendesain dan menggambarkan masing-masing ide kreatif untuk perbaikan. Tahapan ini memberikan pemahaman bahwa sebuah gagasan perlu dituangkan dalam bentuk yang lebih jelas agar dapat dikomunikasikan, dikembangkan, dan dievaluasi.
Ide yang telah dirumuskan kemudian perlu melalui proses evaluasi. Peserta mendapatkan materi mengenai evaluasi ide kreatif solusi, yaitu proses untuk melihat kembali apakah solusi yang dipilih benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan permasalahan yang ada.
Evaluasi menjadi bagian penting dalam proses problem solving karena sebuah solusi yang terlihat menarik belum tentu menjadi solusi yang paling tepat ketika diterapkan. Oleh karena itu, peserta didorong untuk mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan.
Melalui rangkaian materi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai proses berpikir kreatif yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan ide, tetapi juga mencakup proses pengembangan, pemilihan, perbaikan, hingga evaluasi solusi.
Membangun Pola Pikir yang Adaptif di Lingkungan Kerja
Pelaksanaan pelatihan Analytical Thinking and Creative Problem Solving diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi peserta dalam menghadapi persoalan yang semakin beragam di lingkungan kerja. Kemampuan analitis membantu seseorang memahami masalah berdasarkan informasi dan fakta yang tersedia, sedangkan kemampuan kreatif memberikan ruang untuk menemukan alternatif pendekatan yang lebih luas.
Kombinasi kedua kemampuan tersebut menjadi penting dalam proses pengambilan keputusan. Seseorang tidak hanya dituntut untuk mampu menemukan masalah, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menguraikan persoalan, melihat hubungan antarunsur, menghasilkan berbagai alternatif, serta menentukan langkah penyelesaian secara terukur.
Melalui pembelajaran selama dua hari, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai proses berpikir yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Pendekatan yang diberikan juga mendorong peserta untuk melihat permasalahan bukan semata-mata sebagai hambatan, tetapi sebagai bagian dari proses yang dapat dianalisis dan dikembangkan menjadi peluang untuk melakukan perbaikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi penutupan yang dipandu oleh moderator. Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung dalam suasana pembelajaran yang interaktif dan memberikan ruang bagi peserta untuk memahami materi secara lebih mendalam.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, LPKN terus berkomitmen menghadirkan program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesional dan perkembangan lingkungan kerja. Pelatihan Analytical Thinking and Creative Problem Solving menjadi salah satu upaya untuk mendorong peserta memiliki pola pikir yang lebih analitis, terbuka terhadap gagasan baru, serta mampu menghasilkan solusi kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dengan kemampuan berpikir yang semakin terstruktur dan kreatif, peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan ke dalam praktik kerja masing-masing, sehingga proses pemecahan masalah dan perbaikan kinerja dapat dilakukan secara lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 642
-
Kelas Tatap Muka 770
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6553
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3290
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2866
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2679
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2340