LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 BALI

Dibuat Oleh : Mitha | 09 Mei 2025


Kuta, Bali – 6-8 Mei 2025
Di tengah derasnya arus perubahan regulasi dan tuntutan profesionalisme dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pelatihan terdepan dengan menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pembelajaran blended learning yang telah berlangsung sejak 21 April 2025 secara daring, dan ditutup dengan sesi tatap muka serta ujian sertifikasi di Eden Hotel, Kuta – Bali.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembentukan kompetensi, refleksi etika, dan penguatan komitmen ASN dan tenaga profesional di bidang pengadaan. Dengan nuansa pembelajaran yang intensif namun tetap interaktif, para peserta tidak hanya “mengikuti kelas”, tetapi benar-benar terlibat dalam proses membangun kapasitas sebagai insan pengadaan yang andal dan adaptif.

Belajar Bersama Ahli: Dari Regulasi ke Praktik Nyata

Tatap muka hari pertama, Selasa (6/5), dibuka dengan sesi Building Learning Commitment (BLC) — ritual khas LPKN yang bukan sekadar seremoni, tetapi fondasi pembelajaran aktif yang kolaboratif. Kegiatan ini dipandu langsung oleh fasilitator nasional, Dr. I Dewa Agung Gede Manu, SH., MH, seorang ahli pengadaan dan Fasilitator ToT dari LKPP yang sudah malang melintang membimbing ribuan peserta di berbagai penjuru Indonesia.

Sesi materi dimulai dengan Pengantar PBJP yang mengupas secara menyeluruh mulai dari kebijakan, prinsip-prinsip dasar, hingga tantangan pengadaan berkelanjutan. Dengan pendekatan naratif dan diskusi interaktif, peserta diajak untuk melihat pengadaan sebagai sistem dinamis, bukan sekadar proses administratif. Materi berikutnya membahas secara mendalam Perencanaan PBJP dan Pemilihan Penyedia, dua pilar penting dalam siklus pengadaan yang sarat tantangan dan penuh titik rawan kesalahan. Sesi ini membuka ruang bagi peserta untuk membedah kasus-kasus konkret di instansi masing-masing dan mencari solusi berbasis regulasi terbaru.

Simulasi, Swakelola, dan SCM: Hari Kedua yang Penuh Wawasan

Rabu (7/5), pelatihan berlanjut dengan fokus pada Pengelolaan Kontrak dan PBJP secara Swakelola. Kedua topik ini tidak hanya penting secara normatif, tetapi sangat relevan dalam praktik lapangan, terutama bagi peserta dari instansi daerah dan sektor pendidikan yang kerap menggunakan model swakelola. LPKN dengan cermat merancang materi agar tidak hanya normatif, tetapi juga aplikatif — termasuk membahas risiko, praktik negosiasi, dan evaluasi kinerja penyedia.

Sore harinya, peserta diajak menyelami materi Supply Chain Management (SCM). Sesi ini menjadi sorotan karena menyambungkan dunia PBJP dengan konsep manajemen rantai pasok global. Peserta mulai memahami bahwa pengadaan bukan hanya soal harga terendah, tapi juga efisiensi logistik, keberlanjutan rantai pasok, dan strategi pengadaan yang resilien terhadap krisis.

Menjelang petang, suasana menjadi semakin serius namun tetap antusias saat peserta mengikuti Try Out dan pembahasan soal ujian. Momen ini menjadi ajang pemanasan menghadapi ujian kompetensi, sekaligus kesempatan mengidentifikasi titik lemah untuk diperbaiki segera.

Hari Ketiga: Penentu Kompetensi dan Profesionalisme

Kamis (8/5) menjadi momen penentu. Para peserta mengikuti Ujian Kompetensi PBJP Level 1 yang diawasi langsung oleh tim dari Direktorat Sertifikasi Profesi LKPP. Ujian ini bukan hanya untuk mendapatkan sertifikat, tetapi validasi kompetensi atas proses belajar yang telah dijalani selama lebih dari dua minggu. Ruang ujian dipenuhi aura tegang namun optimistis. Peserta terlihat fokus, siap menunjukkan bahwa mereka layak menyandang predikat sebagai personel pengadaan yang kompeten.

Lebih dari Pelatihan: LPKN sebagai Ruang Kolaborasi dan Transformasi

Kegiatan ini bukan hanya agenda rutin LPKN, melainkan bagian dari misi besar: mencetak SDM unggul, jujur, dan berintegritas dalam ekosistem PBJP Indonesia. Model blended learning yang diterapkan memungkinkan peserta belajar fleksibel tanpa kehilangan kedalaman materi. Fasilitator yang mumpuni, materi yang selalu update dengan peraturan terkini, serta suasana kelas yang dialogis — menjadi keunggulan tersendiri dari pelatihan LPKN.

Tidak hanya ilmu dan sertifikasi, para peserta juga pulang membawa jejaring baru, perspektif segar, serta semangat baru untuk mentransformasi sistem pengadaan di instansinya masing-masing.

Kegiatan Terkait :