LPKN | Training Center

Detail Kegiatan LPKN Training Center

BIMBINGAN TEKNIS TRANSFORMASI PENGADAAN INDONESIA MENJADI PENGADAAN BERKELANJUTAN MINIM RISIKO

Dibuat Oleh : Mitha | 19 Des 2025


Upaya mendorong pengadaan barang dan jasa yang adaptif terhadap tantangan global terus diperkuat oleh Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Transformasi Pengadaan Indonesia Menjadi Pengadaan Berkelanjutan Minim Risiko”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Hotel The Tavia Heritage Jakarta, dan diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta praktisi pengadaan.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan registrasi peserta dan persiapan panitia. Suasana kebersamaan dan semangat kebangsaan terasa kuat saat acara dibuka melalui menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembacaan doa, sebagai pengantar dimulainya rangkaian pembelajaran intensif sepanjang hari.

Memasuki sesi utama, peserta diajak memahami gambaran besar pengadaan berkelanjutan melalui Materi 1 yang membahas dinamika pengadaan global, sejarah lahirnya konsep pengadaan berkelanjutan, serta urgensi penerapannya di tengah tuntutan transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan. Pada sesi ini, standar ISO 20400 diperkenalkan sebagai rujukan internasional yang memberikan panduan strategis bagi organisasi dalam membangun sistem pengadaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Setelah sesi diskusi dan pemaparan awal, kegiatan dilanjutkan dengan Materi 2 yang berfokus pada manajemen risiko dalam pengadaan berkelanjutan. Peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai pertimbangan utama ISO 20400 terkait pengelolaan risiko, mulai dari penilaian risiko keberlanjutan, decision impact analysis, hingga life cycle cost analysis. Tidak hanya bersifat konseptual, materi ini juga memperkenalkan alat praktis seperti risk register yang dapat langsung diterapkan dalam proses pengadaan.

Usai jeda singkat dan sesi foto bersama, pembahasan berlanjut ke Materi 3 yang menitikberatkan pada integrasi dan implementasi pengadaan berkelanjutan, khususnya dalam konteks pengadaan barang dan jasa di BUMN. Peserta diajak menelaah pentingnya modernisasi SOP PBJ, serta pemanfaatan alat dan pedoman operasional agar prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi kebijakan tertulis, tetapi benar-benar terimplementasi dalam praktik sehari-hari.

Selepas waktu istirahat, sholat, dan makan siang, kegiatan kembali dilanjutkan dengan Materi 4 yang membahas legal standing pengadaan berkelanjutan di Indonesia. Sesi ini mengulas landasan hukum pengadaan berkelanjutan baik pada PBJ pemerintah maupun BUMN, serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan organisasi agar penerapan pengadaan berkelanjutan selaras dengan regulasi nasional dan kebijakan pengadaan yang ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Sebagai penutup rangkaian pembelajaran, Materi 5 menghadirkan studi kasus penerapan strategic sourcing oleh Microsoft. Studi kasus ini memberikan gambaran nyata bagaimana sebuah perusahaan global mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam rantai pengadaannya, sekaligus meminimalkan risiko dan meningkatkan nilai jangka panjang organisasi. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengaitkan praktik global tersebut dengan kondisi dan tantangan pengadaan di Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan difasilitasi oleh Dr. Wawan Zulmawan, SH., MBA., MM., MH, yang menyampaikan materi secara sistematis, aplikatif, dan kontekstual. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan kepatuhan regulasi, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir (mindset) pengadaan menuju arah yang lebih strategis, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai.

Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, LPKN sebagai lembaga berakreditasi A kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM pengadaan nasional. Diharapkan, peserta mampu membawa pulang pemahaman dan praktik terbaik yang dapat diimplementasikan di instansi masing-masing, sehingga transformasi pengadaan Indonesia menuju pengadaan berkelanjutan dan minim risiko dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.

Kegiatan Terkait :