PELATIHAN DAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH (PBJP) LEVEL-1 / BANJARMASIN
Dibuat Oleh : Mitha | 26 Mei 2026
Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level-1 dengan model pembelajaran Blended Learning yang berlangsung pada tanggal 07–23 Mei 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran E-Learning pada tanggal 07–20 Mei 2026, dilanjutkan dengan pelatihan tatap muka (offline) pada tanggal 21–22 Mei 2026 di HBI Hotel Banjarmasin, serta ujian sertifikasi pada tanggal 23 Mei 2026 bertempat di Labkom FK UNLAM Banjarmasin.
Pelatihan ini menghadirkan fasilitator berpengalaman dan bersertifikasi nasional, yaitu Dr. H. Riswan, M.AP., CCMs., yang dikenal sebagai Ahli Pengadaan dan Fasilitator ToT LKPP. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai regulasi terbaru, sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi uji kompetensi PBJP Level-1 yang diselenggarakan oleh LKPP.
Pelaksanaan kegiatan tatap muka dimulai pada Kamis, 21 Mei 2026. Sejak pagi hari, peserta sudah hadir untuk melakukan registrasi dan persiapan kegiatan. Suasana pelatihan tampak penuh semangat dan antusiasme karena sebagian besar peserta telah mengikuti tahapan pembelajaran daring sebelumnya sehingga siap memperdalam materi secara langsung bersama fasilitator.

Kegiatan resmi dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa yang berlangsung khidmat. Selanjutnya panitia LPKN menyampaikan Building Learning Commitment (BLC) sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, disiplin, dan kondusif selama pelatihan berlangsung.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi mengenai Pengantar Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dalam sesi ini, fasilitator menjelaskan dasar-dasar pengadaan pemerintah, prinsip-prinsip pengadaan, tujuan pengadaan, serta regulasi yang menjadi landasan dalam pelaksanaan PBJP di Indonesia.
Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif sehingga peserta dapat memahami konsep pengadaan secara lebih mudah. Berbagai contoh kasus nyata juga diberikan untuk membantu peserta memahami penerapan regulasi dalam kondisi lapangan.
Setelah sesi pertama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan lanjutan mengenai pengantar PBJP yang semakin memperdalam pemahaman peserta terkait mekanisme dan proses pengadaan pemerintah secara umum.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Materi ini menjadi salah satu pembahasan penting karena perencanaan merupakan fondasi utama keberhasilan proses pengadaan. Peserta dibekali pemahaman tentang identifikasi kebutuhan, penyusunan spesifikasi teknis, penyusunan HPS, hingga strategi perencanaan pengadaan yang efektif dan efisien.

Diskusi berlangsung aktif karena banyak peserta membagikan pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam proses perencanaan pengadaan di instansi masing-masing. Fasilitator memberikan berbagai solusi praktis dan strategi implementasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah waktu Ishoma, pelatihan dilanjutkan dengan materi mengenai Pemilihan Penyedia. Pada sesi ini peserta mempelajari berbagai metode pemilihan penyedia barang dan jasa pemerintah, tahapan evaluasi penawaran, proses tender, hingga mekanisme pemilihan yang sesuai regulasi LKPP.
Materi ini mendapat perhatian besar dari peserta karena proses pemilihan penyedia merupakan salah satu tahapan paling strategis dan sering menjadi fokus pengawasan dalam pengadaan pemerintah. Fasilitator juga menjelaskan berbagai kesalahan umum yang harus dihindari agar proses pengadaan tetap transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.
Hari kedua pelatihan, Jumat 22 Mei 2026, dibuka dengan materi mengenai Pengelolaan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dalam sesi ini peserta mempelajari berbagai jenis kontrak, pelaksanaan kontrak, pengendalian pekerjaan, perubahan kontrak, hingga penyelesaian sengketa dalam pengadaan pemerintah.
Materi disampaikan secara detail dengan pendekatan studi kasus sehingga peserta dapat memahami implementasi pengelolaan kontrak secara nyata dalam proyek pengadaan pemerintah.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Swakelola. Pada sesi ini dijelaskan mengenai konsep swakelola, jenis-jenis swakelola, tahapan pelaksanaan, serta strategi pengawasan pelaksanaan kegiatan swakelola agar berjalan efektif dan sesuai ketentuan.
Kegiatan semakin menarik ketika memasuki materi Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management/SCM). Peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan rantai pasok dalam mendukung kelancaran pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk strategi distribusi, pengendalian logistik, dan manajemen risiko dalam rantai pasok.
Selain materi utama, peserta juga mengikuti sesi pembahasan Try Out yang dibagi menjadi dua sesi. Pada tahapan ini peserta diajak membahas soal-soal latihan ujian sertifikasi PBJP Level-1 bersama fasilitator. Sesi try out menjadi momen penting untuk mengukur kesiapan peserta menghadapi ujian kompetensi sesungguhnya.
Fasilitator memberikan berbagai tips dan strategi menjawab soal ujian secara efektif berdasarkan pengalaman pelaksanaan sertifikasi sebelumnya. Suasana diskusi berlangsung sangat aktif karena peserta berusaha memahami pola soal dan materi yang sering muncul dalam ujian kompetensi.

Di akhir kegiatan pelatihan, panitia LPKN melakukan verifikasi buku regulasi dan modul pelatihan sebagai bagian dari persiapan akhir peserta sebelum mengikuti ujian sertifikasi.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 melalui pelaksanaan Uji Kompetensi PBJP Level-1 yang diawasi langsung oleh Direktorat Sertifikasi Profesi LKPP. Ujian berlangsung secara tertib, disiplin, dan profesional di Laboratorium Komputer FK UNLAM Banjarmasin.
Seluruh peserta tampak serius dan fokus mengikuti ujian sebagai tahapan akhir dalam memperoleh sertifikasi kompetensi PBJP Level-1. Sertifikasi ini menjadi salah satu kompetensi penting bagi aparatur pemerintah maupun pihak terkait yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini berjalan lancar dan sukses. Para peserta memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas materi, metode pembelajaran, serta pengalaman fasilitator yang dinilai sangat membantu dalam memahami pengadaan barang dan jasa pemerintah secara komprehensif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga tercipta tata kelola pengadaan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip-prinsip good governance.
Kegiatan Terkait :
Jenis Kegiatan :
-
Kelas Online 634
-
Kelas Tatap Muka 737
5 Kegiatan Terpopuler :
22 Feb 2021 | 6519
PELATIHAN DAN SERTIFIKASI HYPNOTHERAPY FUNDAMENTAL DAN ADVANCED HYPNOTHERAPY GELAR PROFESI / NON AKADEMIK (CH & CHT) DARI INDONESIAN BOARD OF HYPNOTHERAPY (IBH)
17 Feb 2021 | 3238
Pelatihan dan Sertifikasi (Full Online) Kompetensi Pelaksanaan Pelatihan Jarak Jauh – BNSP
26 Feb 2021 | 2827
Bimbingan Teknis Nasional – Online "Pembekalan Teknis Bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dalam Rangka Pelaksanaan Pengadaan Tahun Anggaran 2021 dan Penyiapan Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)" Gelombang 1
19 Feb 2021 | 2633
Bimbingan Teknis - Online Peningkatan Kompetensi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dalam Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2021 (Pengelolaan, Pertanggungjawaban, dan Persiapan menghadapi Aud
23 Feb 2021 | 2295